Anemia dan Anemia Defisiensi Besi (ADB), apa bedanya sih? apakah sebabkan stunting?

mungkin ada sempat terfikir, nama saja sama anemia lalu apa yang membedakan? yuk kita bahas sedikit.

Anemia adalah suatu keadaan dimana kadar hemoglobin (Hb) dalam darah kurang dari normal. Sebagian besar anemia disebabkan oleh kekurangan satu atau lebih zat gizi esensial (zat besi, asam folat, B12) yang digunakan dalam pembentukan sel-sel darah merah. Anemia bisa juga disebabkan oleh kondisi lain seperti penyakit malaria, infeksi cacing tambang.​1​

Anemia Defisiensi Besi adalah anemia yang terjadi akibat kekurangan zat besi dalam darah, artinya konsentrasi hemoglobin dalam darah berkurang karena terganggunya pembentukan sel-sel darah merah akibat kurangnya kadar zat besi dalam darah. Secara morfologis keadaan ini diklasifikasikan sebagai anemia mikrositik hipokrom disertai penurunan kuantitatif pada sintesis hemoglobin.​1​

Jadi, dapat dipahami bukan perbedaannya? anemia lebih disebabkan karena kekurangan zat zat gizi, sedangkan ADB lebih spesifik karena kekurangan zat besi. Defisiensi zat besi ini tidak menunjukkan gejala yang khas (asymptomatik) sehingga jika terjadi pada balita sukar untuk dideteksi. Disinilah titik bahayanya.

Akibat Anemia Defisiensi Besi
Akibat-kibat yang merugikan kesehatan pada
individu yang menderita ADB adalah : ​1​

  1. Bagi bayi dan anak (0-9 tahun)
    a. Gangguan perkembangan motorik
    dan koordinasi.
    b. Gangguan perkembangan dan
    kemampuan belajar.
    c. Gangguan pada psikologis dan
    perilaku
  2. Remaja (10-19 tahun)
    a. Gangguan kemampuan belajar
    b. Penurunan kemampuan bekerja dan
    aktivitas fisik
    c. Dampak negatif terhadap sistem
    pertahanan tubuh dalam melawan
    penyakit infeksi
  3. Orang dewasa pria dan wanita
    a. Penurunan kerja fisik dan
    pendapatan.
    b. Penurunan daya tahan terhadap
    keletihan
  4. Wanita hamil
    a. Peningkatan angka kesakitan dan
    kematian ibu
    b. Peningkatan angka kesakitan dan
    kematian janin
    c. Peningkatan resiko janin dengan
    berat badan lahir rendah

Wah, cukup banyak juga ya akibat yang sangat merugikan jika kita tidak tercukupi zat besi, dan bahkan jika sudah terjadi itu tidak dapat diperbaiki. hiks. Namun kita tetap dapat mencegahnya kok.

Pencegahan dan Penanggulangan Anemia Defisiensi Besi

Dapat dilakukan antara lain dengan cara:
a. Mengonsumsi makanan hewani (dedagingan, utamanya daging merah) dalam jumlah cukup.

Zat besi yang berasal dari sumber pangan nabati (non heme), seperti: kacang-kacangan dan sayur-sayuran mempunyai proporsi absorbsi yang rendah yaitu hanya 3-8%, dibandingkan dengan zat besi yang berasal dari sumber pangan hewani (heme) sekitar lebih dari 23%, seperti: daging, telur, dan ikan.​2​

Namun karena makanan hewani harganya cukup tinggi sehingga banyak masyarakat sulit menjangkaunya dan tidak menjadikannya sebagai prioritas.

Untuk itu diperlukan alternatif yang lain untuk mencegah ADB. Apa itu?
Makanlah makanan beraneka ragam makanan yang memiliki zat gizi saling melengkapi termasuk vitamin yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi, seperti vitamin C.

Peningkatan konsumsi vitamin C sebanyak 25, 50, 100 dan 250 mg dapat meningkatkan penyerapan zat besi sebesar 2, 3, 4 dan 5 kali. Buah-buahan segar dan sayuran sumber vitamin C, namun sayangnya dalam proses pemasakan 50 – 80 % vitamin C akan rusak.

Mengurangi konsumsi makanan yang bisa menghambat penyerapan zat besi seperti : fitat, fosfat, tannin. Fitat banyak terdapat pada serelia. fosfat/fosfor banyak terdapat dimakanan yang mengandung pengembang, emulsifer, dan sejenisnya, juga pada biji2an dan serelia, juga ada pada susu. tannin salah satunya banyak terdapat pada teh. Fitat, forfor, tannin adalah salah satu dari sekian zat anti nutrisi, yang akan dibahas lebih dalam lagi pada artikel selanjutnya ya.

jadi tipsnya adalah jika makan makanan yang kaya akan zat besi, makanlah bersamaan dengan makanan/minuman yang kaya vitamin C, seperti contohnya jus jeruk, jangan dengan es teh atau susu ya, karna tanin dalam teh mengikat besi sehingga tidak dapat diserap tubuh, begitu juga kalsium dan fosfor yang ada pada susu. kan sayang sudah makan mahal tapi tidak banyak gizi terserap, percuma gak sih?.

b. Suplementasi zat besi
Pemberian suplemen besi menguntungkan karena dapat memperbaiki status hemoglobin. mengenai anjuran dosis menurut umur, simak postingan sebelumnya ya.

Efek sampingnya juga tetap ada loh dari pemberian suplementasi besi yaitu mual, ketidaknyamanan epigastrium, kejang perut, konstipasi dan diare. Efek ini tergantung dosis yang diberikan dan dapat diatasi dengan mengurangi dosis dan meminum suplemennya segera setelah makan atau bersamaan dengan makanan.

c. Penanggulangan penyakit infeksi dan parasit nah ini tidak kalah penting. pembasmian cacing didalam perut perlu kita lakukan terutama untuk balita, salah satunya dengan obat cacing yang diminum, meski dengan atau tanpa gejala, 6 bulan sekali ya. Kemudian para orang tua juga perlu memperhatikan ada tdknya silent disease. Silent Disease yaitu infeksi yang terjadi tanpa menunjukan gejala yang berarti, terutama pada anak bayi dan balita, yang belum tahu bagaimana mengungkapnya dengan betul. Silent Disease yang sering terjadi adalah ISK infeksi saluran kemih. Topik ISK pada anak ini akan dibahas di artikel selanjutnya ya.

Apa hubungannya dengan Stunting?

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.​3​ Kekurangan gizi dalam waktu lama itu terjadi sejak janin dalam kandungan sampai awal kehidupan anak (1000 Hari Pertama Kelahiran). Penyebabnya adalah karena rendahnya akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral, dan buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani.​4​

Faktor ibu dan pola asuh yang kurang baik terutama pada perilaku dan praktik pemberian makan kepada anak juga menjadi penyebab anak stunting apabila ibu tidak memberikan asupan gizi yang cukup dan baik. Ibu yang masa remajanya kurang nutrisi, bahkan di masa kehamilan, dan laktasi akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan tubuh dan otak anak.​4​

Dari artikel sebelumnya dan juga dari penjelasan diatas kita sudah memahami pentingnya zatbesi untuk tumbuh kembang anak juga, sehingga bisa ditarik benang merah, bahwa jika mengalami ADB, bisa menjadi penyebab gagal tumbuh kembang atau stunting. Yuk, mulai sekarang kita hidup dengan pola makan yang benar.

  1. 1.
  2. 2.
    Lestari IP. Hubungan Konsumsi Zat Besi dengan Kejadian Anemia pada Murid SMP Negeri 27 Padang. Jurnal Kesehatan Andalas. 2017;6. http://jurnal.fk.unand.ac.id/index.php/jka/article/view/730.
  3. 3.
    No name NN. CEGAH STUNTING DENGAN PERBAIKAN POLA MAKAN, POLA ASUH DAN SANITASI (2). Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. http://www.depkes.go.id/article/view/18040700002/cegah-stunting-dengan-perbaikan-pola-makan-pola-asuh-dan-sanitasi-2-.html. Published April 7, 2018. Accessed July 18, 2019.
  4. 4.
    noname noname. ini penyebab stunting pada anak. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. http://www.depkes.go.id/article/view/18052800006/ini-penyebab-stunting-pada-anak.html. Published May 24, 2018. Accessed July 18, 2019.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *